Senin, 30 Mei 2011

Pesona Keindahan Air Terjun Sembilan Tingkat


INILAH.COM, Jakarta - Bila mendengar kata Bengkulu ingatan kita pasti akan melayang kepada bunga nan unik dan langka, Rafflesia Arnoldi.

Selain memiliki bunga Rafflesia sebagai kekhasan daerah, Bengkulu juga menyimpan berbagai obyek wisata alam yang unik dan khas.

Adalah Air Terjun Sembilan Tingkat atau yang juga sering disebut sebagai Curug Sembilan. Air terjun ini dinamakan Air Terjun Sembilan Tingkat karena aliran airnya bertingkat-tingkat (cascade).

Keunikan ini menjadikan Air terjun Sembilan Tingkat sebagai salah satu andalan sektor pariwisata Kabupaten Bengkulu Utara.

Bagi Anda yang tertarik mengunjungi objek wisata ini disarankan mempersiapkan kondisi fisik dengan baik. Hal ini dikarenakan medan yang akan dilalui lumayan berat. Oleh karena itu, obyek wisata ini sangat cocok bagi Anda penikmat petualangan ataupun pecinta kegiatan di alam bebas.

Air Terjun Sembilan Tingkat terletak di kawasan hutan lindung yang alami. Sehingga di kawasan ini masih ditemukan berbagai flora dan fauna yang khas.

Pohon-pohon dan semak belukar akan menjadi karib yang menemani perjalanan Anda. Areal perbukitan dan hutan lindung dengan tumbuhan yang lebat adalah jalur utama yang harus Anda lalui untuk sampai air terjun.

Namun semua keletihan akan terbayar lunas saat Anda sampai di lokasi air terjun. Pemandangan yang terbentang di depan mata sungguh merupakan suatu maha karya Sang Pencipta.

Biasanya air terjun memiliki aliran air yang jatuh lurus dari atas ke bawah, namun tidak dengan Air Terjun Sembilan Tingkat ini.

Di sini air yang mengalir dari atas tidak jatuh lurus, melainkan mengalir membentuk tingkatan-tingkatan. Air yang mengalir dari puncak bukit melewati liku-liku tingkatan di sela-sela hijaunya tumbuhan, sehingga membentuk pemandangan yang sungguh mempesona.

Menariknya lagi, tingkatan-tingkatan itu juga membentuk air terjun kecil sehingga terlihat sangat indah.

Jarak tempuh Air Terjun Sembilan Tingkat dari Bandara Fatmawati Bengkulu kurang lebih 120 kilometer.

Wisatawan yang ingin mengunjungi tempat ini dapat menggunakan jalur jalan Gunung Selan atau melewati ibukota Kabupaten Bengkulu Utara yaitu Argamakmur.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Padang Jaya. Dari Padang Jaya wisatawan harus berjalan kaki menuju desa terakhir.

Sementara bagi wisatawan yang belum pernah mengunjungi tempat ini jangan kuatir bahwa Anda akan tersesat di tengah hutan, karena di objek wisata ini tersedia jasa pemandu yang siap mengantarkan Anda hingga sampai ke lokasi air terjun. [mor]

Astaga! Pakai Anting Picu Operasi Plastik


INILAH.COM, Jakarta - Perempuan memang selalu identik dengan aksesoris untuk menunjang penampilan, termasuk dengan pemilihan aksesoris anting berbentuk besar. Namun siapa sangka ternyata aksesoris ini mendatangkan petaka.
Para dokter di Amerika berpendapat, anting jenis besar ini tergolong aksesoris fashion berbahaya. Mengapa ?
Menurut penelitian, anting jenis ini ternyata meningkatkan angka operasi plastik, atau tepatnya operasi plastik pada telinga. Ini disebabkan karena para pengguna ‘fanatik’ anting besar ini mengalami robekan pada lubang tindikannya.

Pada awalnya ketika berobat, dokter menyarankan mereka untuk melepas anting-anting itu agar robekan pada lubang tindikan dapat sembuh dan merapat dengan sendirinya.
Namun nyatanya hal itu jarang sekali terjadi, karena pada akhirnya mereka membutuhkan bantuan pisau bedah untuk kembali merapatkan dan mengembalikan bentuknya seperti semula.

“Melepas anting tidak membuat lubangnya merapat kembali karena umumnya sudah menjadi permanen,” tutur Richard Ha, seorang staf bedah plastik dari Baylor University Medical Center di Dallas.

"Untungnya ada jalan simple untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan prosedur sederhana dan hanya sekitar 30 menit sampai satu jam, pasien yang ingin kembali merapatkan lubang tindikannya dapat dioperasi dengan menggunakan bius lokal,” tambahnya.

Lantas berapa kocek yang harus dirogoh untuk operasi tersebut?
Tarif antara US$300 sampai US$1,500 bisa dikucurkan untuk ‘membenahi’ lubang tindikan yang robek tersebut. Tentunya tergantung pada jumlah lubang yang dibenahi (satu atau sepasang) dan seberapa parah tingkat kerobekannnya. [mor]

Ini Dia Penyebab Kulit Kering


INILAH.COM, Jakarta - Perempuan memang selalu identik dengan kecantikan. Begitu juga dengan kecantikan kulit. Tak jarang banyak kaum Hawa yang menghabiskan koceknya untuk perawatan.

Kulit kering dan bersisik adalah problem terbesar yang banyak dijumpai para wanita. Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah faktor penyebab kulit kering. Berikut ini adalah beberapa di antaranya :
Pembersih wajah

Pembersih wajah yang mengandung sodium lauryl sulfate menghilangkan minyak pelindung alami kulit. Oleh karena itu, pilihlah pembersih wajah dengan gliserin sebagai gantinya.
Diet rendah lemak

Asam lemak sangat penting untuk kekenyalan kulit. Jika diet Anda rendah lemak, makam dua porsi salmon seminggu atau telan sebutir kapsul Omega-3 setiap hari.
Gesekan kain

Wol dan bahan sintetik lainnya seperti polyester, dapat menggosok kulit dan menghilangkan pembatas alaminya. Lapisi badan dengan kaos katun lembut untuk mencegah iritasi pada kulit.

Air

Kotoran seperti klorin pada air dapat mengganggu keseimbangan kulit. Hilangkan dengan menggunakan penyaring pancuran untuk memurnikan air. [mor]

Cerdas! Siasati 'Gila' Belanja Saat Diskon


INILAH.COM,Jakarta - Belanja! Pasti sudah sangat akrab di telinga wanita. Walaupun belanja termasuk dalam kegiatan konsumtif.

Bagi wanita, penampilan seringkali di atas segalanya. Keinginan menunjukkan status sosial dalam sebuah lingkungan tak bisa dinomorduakan. Momen seperti Jakarta Great Sale pastinya tidak akan dilewatkan parashopaholic untuk mendapatkan barang-barang yang mereka incar dengan harga supermiring.

Agar pesta diskon produk ini tidak membuat miskin mendadak, ini solusinya!

1. Sebaiknya sediakan waktu khusus bila datang ke acara diskon. Jangan terburu-buru karena bila terburu-buru, Anda biasanya tidak cermat dalam mengawasi kualitas barang yang dibeli

2. Kalau mood Anda sedang jelek, sebaiknya jangan pergi ke toko yang menggelar diskon. Pasalnya, orang yang datang ke acara diskon bila sedang tidak mood, seringkali lapar mata dan membeli barang yang tidak dibutuhkan.

3. Jangan jadikan pesta diskon sebagai ajang hura-hura atau aji mumpung karena harga Jual pakaian murah. Ada kebutuhan lain yang perlu diprioritaskan.

4. Catatlah kebutuhan apa yang akan dibeli dan ukurlah berdasarkan skala prioritas, mana yang lebih dulu akan dibeli.

5. Tinggalkan kartu kredit di rumah. Sediakan uang cash didompet secukupnya.

6. Berbelanja melalui internet sebaiknya mulai diprioritaskan, karena mengeliminir biaya transportasi yang melambung, biaya makan minum, waktu yang terbuang, dll.
Belum lagi kalau berbelanja dengan seluruh anggota keluarga, biaya itu akan membengkak sejumlah faktor pengalinya. [mor]

Fakta Seputar Rambut Rontok

INILAH.COM, Jakarta - Rambut adalah mahkota keindahan perempuan. Namun bagaimana jadinya bila rambut Anda mengalami masalah kerontokan.

Rambut rontok memang terkadang sangat menjengkelkan. Penyebab rambut rontok juga biasa di identikkan dengan kondisi badan kita yang kurang fit. Kerontokan rambut itu memang bisa dicegah dengan mengkonsumsi obat untuk memperkaya vitamin rambut.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Rambut tipis dan lemas

Penipisan rambut tidak sama dengan kerontokan rambut. Penipisan rambut adalah ketika tekstur aktual dari rambut mengalami perubahan. Penipisan rambut biasanya merupakan indikasi dari tiroid aktif. Kadang, alis juga ikut menipis. Alis tipis atau menghilang sama sekali merupakan indikasi yang jelas dari tiroid aktif.

Jika kondisi ini menimpa Anda, konsultasikan masalah tersebut kepada dokter dan lakukan tes untuk menentukan kadar tiroid Anda.

Rambut kering dan bercabang

Pada dasarnya, ada tiga alasan untuk kondisi rambut seperti ini. Pertama, akibat penggunaan alat pengering rambut, catokan, proses kimia, menarik rambut terlalu ketat menjadi ekor kuda atau kepang, serta paparan sinar matahari yang berlebihan. Semua faktor tersebut dapat merusak lapisan kutikula pada batang rambut.

Kedua adalah kurangnya protein dan atau kelembapan pada rambut. Asam lemak omega-3 yang terdapat di dalam salmon, biji rami, atau suplemen minyak ikan memiliki peran penting dalam menjaga helai rambut yang kuat, sehat, dan berkilau.

Terakhir, rendahnya tingkat hormon paratiroid dapat menyebabkan kalsium menurun dan fosfor naik. Bukan hanya rambut, faktor terakhir ini juga dapat menyebabkan kulit bersisik.

Ketombe, psoriasis, eksim

Semua kondisi ini memengaruhi dan menyebabkan kulit kepala kering, gatal, dan beserpih. Meski kondisi tersebut dapat dikontrol dengan penggunaan shampo khusus, sangat dianjurkan bagi Anda untuk pergi menemui dokter agar tahu kondisi yang dihadapi dan perawatannya.

Misalnya, ketombe bukanlah kulit kepala yang kering, melainkan radang pada kulit kepala. Di sisi lain, psoriasis akan membentuk kerak tebal di kulit kepala, biasanya di garis rambut.

Intinya, kesehatan seseorang memainkan peran penting dalam kesehatan rambutnya. Rambut Anda membutuhkan protein dan kelembapan seperti bagian tubuh yang lain.
Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melakukan perawatan dan memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan rambut dengan melakukan diet sehat dan menggunakan masker rambut. [mor]

Mitos Seputar Kecantikan Wanita


INILAH.COM, Jakarta - Semua perempuan pasti sangat peduli dengan kecantikannya. Namun ada beberapa mitos seputar kecantikan yang terkadang membuat Anda merasa was-was.
Sebaiknya Anda jangan panik dulu karena tidak semua mitos yang Anda dengar benar. Berikut adalah sejumlah mitos yang sering beredar soal kecantikan, dan tingkat benar atau salahnya.

Ganti shampo tiga bulan sekali
Sebagian orang menyarankan mengganti shampo setiap tiga bulan sekali. "Jika Anda menemui masalah kulit kepala seperti ketombe atau minyak berlebih, mengganti shampo berbeda mungkin diperlukan," kata Elizabeth Cunnane, seorang pakar rambut di Philip Kingsley Hair Clinic di New York City.

Tapi, orang tidak bisa menjadi kebal terhadap shampo. Jadi, jika Anda menyukai merek shampo sekarang, tak perlu menggantinya.

Pasta gigi menyembuhkan jerawat

Sebagian besar dokter tidak terlalu menyukai gagasan ini. Kebanyakan produk pasta gigi mengandung penyebab iritasi seperti zat pemutih. Tapi, mengoleskan pasta gigi ke atas jerawat memang membantu menyembuhkannya. Pastikan saja Anda memilih formula polos tanpa tambahan zat pemutih.

Yang lebih baik lagi, coba mengobati jerawat dengan asam salisilat, seperti anjuran dokter kulit Kenneth Beer, M.D., dari West Palm Beach, Florida.

Menyilangkan kaki menyebabkan varises

Menyilangkan kaki tidak akan menyebabkan varises. Menurut dokter kulit Ranella Hirsch dari Boston, sejumlah faktor yang bisa menyebabkannya adalah kehamilan, merokok, berdiri terlalu lama, atau mengonsumsi pil KB. Apalagi, jika Anda secara genetik memiliki kecenderungan untuk menderita varises.

Untuk mencegah timbulnya varises, biasakan mengangkat kaki saat menonton televisi, berolah raga, dan mengonsumsi makanan sehat. Pendek kata, apa yang baik bagi jantung, baik pula untuk kulit.

Mencukur bulu membuatnya tumbuh lebih lebat

Bagi Anda yang terbiasa mencukur bulu kaki atau ketiak dengan pisau cukur, barangkali sering menemukan bahwa bulu yang tumbuh setelah itu tampak lebih lebat daripada sebelumnya. Padahal sesungguhnya tidak demikian.

Bulu tidak tumbuh lebih lebat. "Tapi mencukur bulu membuat penampangnya terlihat lebih tebal, sehingga seolah-olah bulu tumbuh lebih lebat," jelas dokter kulit Jeanine Downie dari Montclair, New Jersey.
Sebaliknya, waxing mencabut bulu hingga ke akar, sehingga membuatnya tampak tumbuh lebih halus.

Mencium banyak aroma bikin hidung tidak sensitif

Saat berbelanja parfum, jangan mencoba lebih dari tiga wewangian berturut-turut. Pasalnya, hal itu bisa menumpulkan indera penciuman Anda. [mor]

Waspada, Zat Adiktif Penghambat Diet


INILAH.COM, Jakarta - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pemanis buatan atau pengganti gula alamiah ternyata dapat menghambat program penurunan berat badan.

Penelitian yang dilakukan di Harvard University mengungkap fakta saat ini tubuh manusia sudah menganggap pengganti gula serta beberapa zat adiktif yang kerap digunakan dalam makanan sebagai karbohidrat. Jadi tidak akan efektif membantu proses penurunan berat badan.

Berkut deretan zat adiktif tersebut:

Sakarin

Pengganti gula buatan dapat menipu indra pengecap dengan berpikir bahwa Anda telah mengonsumsi gula asli. Namun masalahnya adalah gula buatan akan menipu pankreas sehingga memproduksi hormon insulin sama seperti saat Anda mengonsumsi gula murni.

Sebagai solusi, usahakan mengonsumsi makanan yang mengandung protein terlebih dahulu sebelum Anda mengkonsumsi gula buatan.
Protein dapat memperlambat penyerapan molekul-molekul makanan makanan lewat dinding usus sehingga pemanis buatan ini tidak meningkatkan kadar gula darah.
Hindari pemanis buatan yang mengandung neurotoxins yang dapat menyebabkan iritasi pada saraf mata.

Lemak jenuh

Lemak jenuh membuat insulin dalam tubuh meningkat tajam hanya dalam satu menit setelah makanan yang mengandung lemak ini dicerna tubuh, karena tubuh tidak mengenal cara untuk mengurainya.
Akibatnya tubuh akan mengenali lemak jenuh sebagai karbohidrat yang dihaluskan. Cara menghindarinya, ganti minyak goreng yang Anda gunakan dengan minyak goreng lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun, minyak kacang tanah atau minya canola.

Glutamates

Glutamates adalah asam amino buatan yang digunakan untuk menambah citarasa pada makanan. Saat ini di pasaran telah banyak dijual glutamates dalam berbagai bentuk dengan nama berbeda. Salah satunya jenisnya adalah Monosodium glutamates atau MSG.

Para ahli mengatakan, dalam tiga menit setelah Anda mengonsumsi makanan yang mengandung glutamates, tubuh akan melepaskan insulin dengan kadar tinggi. Lalu reseptor pada indra pengecap akan mengirimkan sinyal kepada otak sehingga Anda memiliki keinginan makan lebih banyak lagi.

Saat ini glutamates terkandung pada banyak makanan, maka diharapkan Anda lebih berhati-hati saat menentukan makanan yang akan dikonsumsi. Sebagai solusi, periksalah label pada setiap kemasan makanan.

Makan Ikan Asin, Picu Virus Kanker?


INILAH.COM, Jakarta - Bagi kebanyakan orang konsumsi ikan asin bukan merupakan suatu hal baru karena kelezatan rasanya. Namun, siapa sangka jika sering konsumsi 'teman' sambal ini justru mendatangkan petaka.

Sebuah studi baru menunjukkan ikan asin banyak mengandung nitrosamin yang merupakan pencetus aktifnya virus penyebab utama kanker tenggorokan /THT.

Kanker nasofaring merupakan kanker yang berasal dari sel epitel nasofaring yang berada di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut.

Ikan asin mengandung nitrosamin yang merupakan karsinogen (zat pemicu kanker). Ini karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit (hasil perombakan protein) pada daging ikan, sehingga membentuk senyawa nitrosamin.

"Ikan asin itu mengandung nitrosamin yang merupakan pencetus aktifnya virus Epstein-Barr yang merupakan penyebab utama kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT)," jelas Dr Budianto Komari, Sp.THT dari RS Kanker Dharmais, di Jakarta.

Dr Budi menjelaskan, di daerah China Selatan yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan hampir setiap hari makan ikan asin ternyata angka kejadian kanker nasofaring sangat tinggi. Dan pencetus utamanya adalah ikan asin.

Kanker satu ini ditandai dengan gejala telinga yang seringnya telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi tanpa disertai rasa sakit, sehingga pendengaran jadi berkurang.
Kanker satu ini diklaim sebagai kanker terganas nomor empat setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker kulit.

Dr Budianto mengatakan, konsumsi ikan asin secara terus-menerus dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu lama, bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker nasofaring.

“Karena letaknya yang berdekatan, membuat penyebaran virusnya menjadi mudah terjadi. Misalnya, virus ini dapat menyebar pada bagian mata, telinga, kelenjar leher, dan otak,” kata Budianto.

Menurut Budianto, penderita harus mengenali gejala dini dari penyakit tersebut. Sebab, lanjut dia, dengan mengetahui gejala dini dari kanker nasofaring, kemungkinan besar seseorang untuk sembuh akan terbuka lebar dibandingkan dengan penderita yang sudah memasuki gejala lanjut.

Pada gejala dini kanker nasofaring bisa berupa mimisan pada hidung yang terus berulang, ingus bercampur darah, hidung tersumbat terus-menerus, dan pilek pada satu sisi saja.

“Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara memeriksakan diri ke dokter bila mengalami keluhan pada telinga dan hidung. Penderita harus sering-sering memeriksakan THT-nya,” ujar Budianto.

Untuk gejala lanjut, dapat diketahui dari kelenjar getah bening leher yang membesar, nyeri dan sakit kepala, pada mata terjadi penglihatan ganda, juling dan kelopak mata menutup pada sisi yang terkena virus tersebut.
Secara umum, gejala dari kanker nasofaring ini ada empat, yakni gejala dapat dirasakan pada bagian hidung, telinga, mata, dan saraf, terakhir adalah pada bagian penyebaran di leher.

Kanker nasofaring hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Namun, penyembuhan atau pengobatan kanker nasofaring dapat dilakukan dengan menjalani radioterapi dan kemoterapi.

Dalam menjalani pengobatan, penderita bisa membutuhkan waktu kurang lebih lima tahun. Penyakit kanker mematikan yang berada di belakang tenggorokan dan seringkali terlambat didiagnostik sehingga sulit untuk disembuhkan melalui metode penyinaran dan kemoterapi itu lebih banyak dijumpai pada warga berusia 40-50 tahun.

“Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menciptakan pola hidup dan lingkungan yang sehat, mengurangi konsumsi makanan yang memakai pengawet, dan menghindari polusi udara,” saran Budi.

"Sebenarnya kalau sekali-kali makan ikan asin ya nggak apa-apa, ikan asin enak kok. Tapi ya jangan sering-sering, jangan tiap hari juga. Yang terpenting makan harus bervariasi dan makanan segar, jangan terlalu sering makan makanan awetan atau kalengan," tutup Dr Budi. [mor]

Ingin Umur Panjang? Kurangi Makan!


INILAH.COM, Jakarta - Memiliki umur panjang serta kondisi badan yang sehat adalah idaman setiap orang. Tak heran jika banyak orang berlomba menjalani budaya hidup sehat dengan mengurangi porsi makan setiap hari.

Sebuah studi baru menyebutkan, dengan mengurangi kalori dari makanan kita sehari-hari, umur seseorang akan bertambah panjang beberapa tahun. Sebegitu jauh, pengurangan kalori telah memperpanjang kehidupan seseorang.

Para ilmuwan meneliti kesehatan pada sekelompok orang yang berusia 35-82 yang telah memutuskan untuk membatasi asupan kalori.

Hasilnya didapatkan partisipan yang makan lebih sedikit memiliki risiko lebih rendah dari penyakit jantung, stroke dan juga diabetes.

Seperti diberitakan Genomenews network John O. Holloszy dari Washington University School of Medicine, di St Louis, Missouri, menjelaskan diet untuk pembatasan kalori memberikan efek menguntungkan untuk jangka panjang.

Tim yang dipimpin Holloszky membandingkan 18 orang yang mengonsumsi sedikit kalori dengan 18 orang sehat yang tidak obesitas yang tetap mengonsumsi makanan pola barat.

Peserta yang normal mengonsumsi 2.000-3.550 kalori per hari, sedangkan yang dibatasi mengonsumsi 1.000-2.000 kalori yang terdiri dari 26% protein, 28% lemak dan 46% karbohidrat kompleks.

"Pembatasan kalori bukan berarti kelaparan, karena hanya menurunkan asupan kalori tanpa membuatnya malnutrisi (kekurangan gizi)," ujar Chhanda Dutta, kepala Clinical Gerontology Branch of the National Institute on Aging di Bethesda, Maryland.

Peserta yang dibatasi kalorinya memiliki faktor risiko rendah terhadap penyakit jantung, diabetes, memiliki kolesterol lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol serta tekanan darah yang normal.

Selain itu pembatasan kalori ini juga membuat tiga partisipan tidak perlu lagi mengonsumsi obat penurun kolesterol.

"Hal yang menakjubkan adalah terlepas dari latar belakang genetiknya, semua partisipan menunjukkan respons yang sama," ungkap Holloszy.

Sementara pengujian terhadap hewan bahwa setiap kalori yang dihindari bisa menambah sekitar 30 detik kehidupan ekstra. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa tikus, mencit dan cacing yang makan lebih sedikit bisa berumur panjang.

Ilmuwan mengungkapkan diperlukan waktu puluhan tahun untuk bisa membuktikan bahwa orang yang sangat hati-hati mengatur asupan kalorinya bisa memperpanjang usianya. [mor]

Makan Seledri, Bebas Kanker Payudara?


INILAH.COM, Jakarta - Seledri biasanya digunakan sebagai penyedap dan hidangan. Tidak hanya itu, ternyata 'teman' setia bawang goreng ini diklaim berbagai penelitian mampu lawan kanker payudara pada wanita.

Para peneliti dari University of Missouri telah menemukan bahwa apigenin merupakan elemen berlimpah dalam seledri, peterseli, dan sayuran hijau lainnya, serta dalam kacang-kacangan dan buah-buahan. Hal ini diyakini untuk memblokir pertumbuhan tumor kanker payudara.

Seorang peneliti bernama Hyder yakin temuan ini dapat berkontribusi pada terapi penggantian hormon tertentu.

"Enam sampai 10 juta perempuan di Amerika Serikat menerima terapi penggantian hormon (HRT)," kata Hyder.

"Kita tahu bahwa hormon sintetis tertentu yang digunakan dalam HRT mempercepat perkembangan payudara tumor. Dalam penelitian ini, kami membedah tikus dengan menggunakan satu bahan kimia yang digunakan dalam HRT paling umum di Amerika Serikat yakni progestin yang disebut medroksiprogesteron asetat (MPA).

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada jurnal Cancer Prevention Research, Hyder menemukan bahwa senyawa itu mengurangi jumlah keseluruhan tumor. Namun sementara apigenin melakukan penundaan pertumbuhan tumor, itu tidak menghentikan pembentukan awal sel kanker di dalam payudara.

Hyder berkata, "Para peneliti belum mengidentifikasi dosis apigenin bagi manusia belum."

"Namun demikian, tampak bahwa menjaga tingkat minimal apigenin dalam aliran darah penting untuk menunda timbulnya kanker payudara yang berkembang sebagai respons terhadap progestin seperti MPA,” kata Hyder.

"Maka itu, ada baiknya bagi kita untuk memakan sedikit peterseli dan seledri setiap hari," pungkasnya. [mor]

Huih! Bayi Lahir Caesar Terancam Diabetes


INILAH.COM, Jakarta - Sebuah studi baru mengungkapkan, bayi yang terlahir melalui proses ceasar memiliki kemungkinan besar terancam penyakit diabetes.

Penelitian yang dimuat jurnal PubMedmengindikasikan, bayi yang lahir melalui proses bedah caesar berisiko 20% lebih besar mengidap diabetes tipe 1 di bandingkan bayi yang lahir lewat persalinan normal.

Penyakit diabetes tipe 1 yang dapat muncul sejak usia dini, saat ini tengah meningkat prevalensinya di Eropa dan para ahli belum bisa memastikan penyebabnya.

Seperti dilansir Dailymail, Dr Chris Cardwell, dari Queen’s University Belfast mengungkapkan, diabetes tipe 1 pada anak-anak saat ini meningkat prevalensinya di Eropa, dan tingginya rata-rata ini mengidikasikan bahwa faktor-faktor lingkungan dapat menjadi penyebabnya.

Cardwell dan timnya kemudian melakukan kajian terhadap 20 penelitian yang telah dilakukan. Hasil kajian mengindikasikan bahwa kontak awal bayi terhadap bakteri di rumah sakit saat tindakan operasi caesar mungkin bisa menjadi penyebabnya.

Padahal bila bayi lahir secara normal maka tubuh mereka akan melakukan kontak di jalan lahir dengan bakteri menguntungkan yang berasal dari ibu untuk pertamakalinya.

Tak heran, bila risiko bayi lahir normal mengidap diabetes menurut kajian studi Cardwell hanya sekitar 0,3% saja. Sedangkan pada bayi yang di-caesar, risikonya meningkat hingga 20%.
Namun angka ini belum dapat dijelaskan atau dikaitkan dengan faktor lain seperti berat bayi saat lahir, asupan ASI, usia ibu atau sejumlah kondisi lain seperti diabetes gestasional atau meningkatnya gula darah saat hamil pada ibu yang sebelumnya tak mengidapnya.

“Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten risiko diabetes sebanyak 20%."

"Penting untuk diingat bahwa penyebab meningkatnya risiko ini belum diketahui, meski ada kemungkinan bahwa bedah caesar bukan satu-satunya yang bertanggung jawab. Mungkin karena bayi yang lahir melalui metode ini terpapar bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit untuk pertama kalinya ketimbang kontak dengan bakteri dari ibu,” ungkapnya.

Sementara itu Dr Lain Frame, dari Diabetes UK, berpendapat bahwa faktor genetik dan infeksi di masa kanak-kanak bisa berperan dalam timbulnya penyakit diabetes tipe 1. Namun riset lebih mendalam perlu dilakukan untuk mencari hubungannya dengan operasi caesar.

“Temuan dari riset ini mengindikasikan bahwa cara bayi dilahirkan dapat mempengaruhi bagaimana mereka tumbuh dan berkembang di kemudian hari. Tak semua perempuan punya pilihan apakan mereka dapat melakukan caesar atau tidak. Tetapi bagi mereka yang berharap menjalaninya seharusnya memperhitungkan risiko ini,” papar Frame

Susu, Keju, dan Mentega Aman untuk Jantung

INILAH.COM, Jakarta - Selama ini banyak orang percaya, mengonsumsi susu, mentega dan keju akan berpengaruh terhadap lahirnya serangan jantung. Namun tidak demikian hasil penelitian di Rhode Island. 

Ini berita besar bagi penggemar keju dan mentega. Para ilmuwan menemukan fakta makanan yang susu tidak meningkatkan risiko serangan jantung.

Ahli gizi melakukan survei terhadap ribuan orang setengah baya dan menemukan fakta mereka yang makan lebih dari setengah kilo keju tampaknya tidak menderita peningkatan risiko.

Penelitian ini, berlawanan dengan keyakinan sebelumnya, lemak jenuh dapat mengakibatkan serangan jantung. Para peneliti menemukan bahwa nutrisi dalam produk susu sebenarnya melawan efek berbahaya.

Seperti dilansir dari Dailymail, peneliti Stella Aslibekyan, dari Brown University, Rhode Island, menjelaskan, hal-hal seperti susu dan keju adalah zat yang sangat kompleks.

"Kami melihat risiko serangan jantung dan produk susu secara keseluruhan mereka dan kemudian melihat komponen terpisah dari produk susu, termasuk lemak, dan ternyata hasilnya nol. Mungkin bukti tidak ada," jelas stella

Timnya tidak percaya lemak jenuh dalam produk susu tidak berbahaya, tetapi menyarankan nutrisi lain seperti kalsium, vitamin D dan kalium dapat melindungi terhadap penyakit jantung untuk semua.

Temuan yang diterbitkan dalam Jurnal Metabolisme, Nutrisi dan Penyakit Kardiovaskuler menemukan fakta, asupan susu orang yang mengalami serangan jantung tidak berbeda dengan asupan orang sehat.

Dengan melihat banyak makanan susu yang mereka konsumsi, tidak ada kaitan antara konsumsi dan risiko serangan jantung, bahkan di antara mereka yang mengkonsumsi sebanyak 593 gram/hari.

Ketika peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain seperti merokok, alkohol dan olahraga, masih ada bedanya.

"Pesannya adalah bahwa penting untuk melihat efek bersih dari seluruh makanan dan pola diet dan tidak hanya nutrisi terisolasi," ungkap Dr Ana Baylin

Pecandu Seks dan Kopi 'Mudah' Stroke


INILAH.COM, Jakarta - Sebuah penelitian menyebutkan, pecandu seks dan kopi dapat meningkatkan risiko stroke.

Para ahli dari University Medical Center di Utrecht, Belanda, telah melakukan survei terhadap 250 pasien yang menderita stroke jenis ini. Pertanyaan menganggap penggunaan seks dan kopi sebagai penyebabnya.

Asosiasi Stroke mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan pemicu pecahnya pembuluh darah ini. Lebih dari 150.000 orang di Inggris mengalami stroke setiap tahun dan hampir 29.000 karena pendarahan di otak.

Pendarahan dapat terjadi bila pembuluh darah yang melemah, pecah. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak atau bahkan kematian.

Seperti dikutip dari Genius Beauty, menurut statistik, sekitar 8.000 orang Inggris menghadapi risiko perdarahan subarachnoid setiap tahun, dan fenomena ini yang paling umum di antara orang setengah baya, terutama kaum hawa.

Studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Belanda mengidentifikasi delapan pekerjaan sehari-hari dan fungsi tubuh yang tiba-tiba dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan risiko jenis stroke.
Hasilnya, sangat mengecewakan 10-15% dari korban meninggal sebelum mencapai rumah sakit, dan 50% - dalam waktu satu bulan.

Sementara itu, Dr Monique Vlak, seorang pakar syaraf dan peneliti laporan itu mengatakan, "Semua pemicu mencakup sesuatu yang tiba-tiba dan kenaikan mendadak tekanan darah. Ini semua memungkinkan pecahnya pembuluh darah."

Para peneliti mengatakan satu dari 50 orang pernah mengalami pecahnya pembuluh darah, namun hanya beberapa. [mor]

Wah! Tai Chi Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental

INILAH.COM,Jakarta - Sebuah studi menemukan bahwa Tai Chi seni bela diri asal Cina, bisa membantu mengurangi ketidak seimbangan dan meningkatkan kesehatan mental.

Seorang penulis dari Institute of Medecine Oriental di korea Selatan, Myeong Soo Lee menjelaskan efek temuan tai chi yang kontradiktif untuk beberapa kondisi, tetapi tampaknya ada bukti jelas bahwa sena bela diri asal cina itu juga menawarkan kesehatan umum untuk orang tua.

Tai Chi efektif untuk mencegah keseimbangan dan meningkatkan kesehatan mental," ungkap Soo Lee seperti dikutip Dailymail.

Temuan penelitian yang dirilis pada British Journal of Sport Medecine, menunjukkan gambaran bahwa tai chi yang menggabungkan pernapasan dalam dan relaksasi dengan gerakan lambat dan lembut, mungkin mengerahkan manfaat umum latihan berbasis untuk pencegahan keseimbangan pada orang tua serta beberapa efek meditatif untuk meningkatkan kesehatan psikologis.

"Kami merekomendasikan tai chi untuk orang tua karena berbagai keunggulan fisik dan psikologis. Namun, tai chi mungkin tidak efektif mengobati penyakit inflamasi dan gangguan kardiorespirasi,"ungkap para peneliti.